Apa cinta itu sebenarnya? Mengapa banyak puisi, film, dan lagu tercipta karena cinta. Mengapa sesuatu seperti cinta bisa dengan mudah membolak-balikkan hati manusia. Mengapa cinta bisa menciptakan kebahagian yang begitu hebat sekaligus keperihan yang tiada ampun. Cinta bisa berikan kehidupan dan kematian sekaligus.
Sebenarnya seberapa hebat cinta itu? Apa sebenarnya cinta itu? Mengapa terkadang cinta begitu sederhana, tapi juga begitu rumit. Mengapa cinta bisa begitu hebat hingga banyak orang terkubur didalamnya.
Cinta adalah sesuatu yang selamanya akan jadi misteri. Kita akan merasakannya. Kita begitu dekat dengannya. Tapi tak pernah ada cukup waktu untuk kita bisa memahami cinta. karena cinta mungkin adalah dasar dari setiap segi kehidupan. Dasar yang paling dasar. Inti dari segala inti. Anugerah dari Sang Pemberi Anugerah.
Siapapun yang pernah merasakan cinta. maka mereka itulah orang-orang yang paling beruntung didunia ini. Karena cinta sesungguhnya begitu indah. Begitu dermawan. Begitu menyentuh. Keindahannya sanggup menggetarkan hati setiap orang. Keperihannya sanggup membunuh hati setiap orang. Tapi, setiap manusia diberikan keberanian. Keberanian yang begitu besar untuk menerima dan merasakan cinta. Hal terhebat karena kemurahan hati Sang Maha Pemurah.
Best friends are like stars, you don't always see them. but, you know they are always there.
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 September 2011
Dilema Sang Lautan
Menurutmu, adakah orang yang tak boleh kau cintai didunia ini. Yang dengan mencintainya artinya kau menentang sesuatu. Yang dengan mencintainya artinya kau membuat kesalahan. Apakah cinta hal yang seperti itu. Hal yang hanya menunjukkan tentang benar dan salah. Lantas bagaimana jika kau mulai mencintai orang yang seharusnya tak boleh kau cintai. Apakah akan berdosa. Mengingat cinta yang seperti itu adalah sebuah kesalahan. Sebuah pelanggaran. Lantas harus bagaimana. Apa yang harus kita lakukan jika hal tersebut terjadi pada diri kita.
Aku menyukai seseorang yang seharusnya tak boleh kusukai. Aku sayang padanya. Aku tahu, bahkan sangat tahu bahwa pada akhirnya kami hanya akan berpisah. Karena tak pernah ada kata sepakat untuk hal seperti ini. Kami terlalu berbeda dan tak boleh dipaksa untuk jadi sama. Jadi selama dia adalah orang yang tak boleh kucintai maka selama itu juga tak pernah ada masa depan untuk cinta kami.
Berpisah. Kata yang benar-benar mengenaskan. Jahat. Mengapa dua orang yang saling menyayangi harus berpisah. Mengapa harus dipisahkan. Aku tak memaksa untuk jadi sama. Aku hanya sedih karena kami berbeda. Mengapa Tuhan menciptakan kami dalam kondisi yang berbeda. Aku tidak mengerti. Mengapa Tuhan mempertemukan dua hati untuk saling menyayangi. Hal ini jauh lebih tidak bisa kumengerti. Lalu, ketika kedua hati sudah menyatu. Mengapa harus dipisahkan. Salahkah, jika aku tak bisa mengerti.
Keduanya tak meminta untuk disatukan. Cinta datang begitu saja. Mana bisa kita menentukan dengan siapa kita akan jatuh cinta. jika dengan siapa kita bisa jatuh cinta tidak ditentukan, lalu mengapa dengan siapa kita tidak boleh jatuh cinta sudah ditentukan sejak awal. Mengapa begitu. Apakah karena berbeda. Karena perbedaan. Lalu mengapa harus diciptakan berbeda. Jika berbeda hanya menimbulkan perlawanan. Mengapa harus dibuat berbeda.
Aku tidak sedang menentang Tuhan. Tidak sedang menyalahkan-Nya. Apalagi mendustakan-Nya. Aku sedang berusaha mencari jawaban. Aku hanya seorang manusia yang bimbang. Seorang manusia yang sedang jatuh cinta. dan aku tak menemukan jawaban atas cintaku ini.
Aku ibarat seorang anak yang tidak diberikan izin oleh orangtua untuk bermain dengan teman. Ada rasa sedih hingga aku ingin memberontak. Tapi aku sadar tak ada yang bisa kulakukan selain memohon. Aku tahu mungkin pada akhirnya cintaku takkan pernah menang. Tapi aku mohon. Saat ini bisakah beri aku waktu untuk bersamanya lebih lama lagi. Aku tahu akhirnya kami akan berpisah. Tapi, aku mohon beri aku waktu sedikit lagi. Bantu aku untuk memahami semua ini. Aku mohon beri aku waktu untuk menguatkan hati. Beri aku waktu sedikit lagi, Tuhan.
Aku menyukai seseorang yang seharusnya tak boleh kusukai. Aku sayang padanya. Aku tahu, bahkan sangat tahu bahwa pada akhirnya kami hanya akan berpisah. Karena tak pernah ada kata sepakat untuk hal seperti ini. Kami terlalu berbeda dan tak boleh dipaksa untuk jadi sama. Jadi selama dia adalah orang yang tak boleh kucintai maka selama itu juga tak pernah ada masa depan untuk cinta kami.
Berpisah. Kata yang benar-benar mengenaskan. Jahat. Mengapa dua orang yang saling menyayangi harus berpisah. Mengapa harus dipisahkan. Aku tak memaksa untuk jadi sama. Aku hanya sedih karena kami berbeda. Mengapa Tuhan menciptakan kami dalam kondisi yang berbeda. Aku tidak mengerti. Mengapa Tuhan mempertemukan dua hati untuk saling menyayangi. Hal ini jauh lebih tidak bisa kumengerti. Lalu, ketika kedua hati sudah menyatu. Mengapa harus dipisahkan. Salahkah, jika aku tak bisa mengerti.
Keduanya tak meminta untuk disatukan. Cinta datang begitu saja. Mana bisa kita menentukan dengan siapa kita akan jatuh cinta. jika dengan siapa kita bisa jatuh cinta tidak ditentukan, lalu mengapa dengan siapa kita tidak boleh jatuh cinta sudah ditentukan sejak awal. Mengapa begitu. Apakah karena berbeda. Karena perbedaan. Lalu mengapa harus diciptakan berbeda. Jika berbeda hanya menimbulkan perlawanan. Mengapa harus dibuat berbeda.
Aku tidak sedang menentang Tuhan. Tidak sedang menyalahkan-Nya. Apalagi mendustakan-Nya. Aku sedang berusaha mencari jawaban. Aku hanya seorang manusia yang bimbang. Seorang manusia yang sedang jatuh cinta. dan aku tak menemukan jawaban atas cintaku ini.
Aku ibarat seorang anak yang tidak diberikan izin oleh orangtua untuk bermain dengan teman. Ada rasa sedih hingga aku ingin memberontak. Tapi aku sadar tak ada yang bisa kulakukan selain memohon. Aku tahu mungkin pada akhirnya cintaku takkan pernah menang. Tapi aku mohon. Saat ini bisakah beri aku waktu untuk bersamanya lebih lama lagi. Aku tahu akhirnya kami akan berpisah. Tapi, aku mohon beri aku waktu sedikit lagi. Bantu aku untuk memahami semua ini. Aku mohon beri aku waktu untuk menguatkan hati. Beri aku waktu sedikit lagi, Tuhan.
Sabtu, 07 Mei 2011
Mengapa ingin MATI, Kawan??
Artikel ini sengaja kutulis khusus untuk seorang sahabat yang pernah bilang padaku bahwa ia ingin mati saat ini. Tak bisa kujelaskan apa alasannya. Rasanya aku kaget sekali mendengar kata-katanya. Tapi, keinginannya itu justru menyadarkanku pada banyak hal.
Orang yang ingin bunuh diri merasa tak ada lagi yang bisa menolongnya. Merasa masalah yang dia hadapi sudah tak bisa lagi diselesaikan. Dia merasa hidup sendirian, mungkin memang ada banyak orang dalam hidupnya. Tapi, entah mengapa dia merasa kesepian hingga merasa tak ada yang bisa membawanya keluar dari masalah atau bahkan hanya untuk mendengarkan apa yang sedang dirasakannya. Aku bersyukur sahabatku itu bicara padaku tentang keinginannya untuk mati. Aku memang tak bisa berbuat banyak. Tapi, setidaknya aku bisa memberinya pengertian dan meyakinkannya bahwa dia tak pernah sendirian.
Sesungguhnya kita memang tak pernah sendirian. Aribowo Suprajitno Adhi pernah berkata begini dalam bukunya Sangguru Menyapa Hati ‘Tuhan tidak menjanjikan hamparan bunga mawar dalam kehidupan ini, tetapi dia ada dalam setiap kesulitan dan penderitaan yang kita alami sehingga kita dapat bertahan dan melewatinya’. Ketika kau merasa sudah tak ada lagi yang sanggup mendengarmu, sesungguhnya masih ada yang selalu setia menunggu kau bicara padanya. Menunggumu mengadu padanya. Masih ada Tuhan, Kawan.
Semua orang punya masalah. Aku. Kau. Mereka. Kita. Semua punya masalahnya masing-masing. Semua hanya bergantung pada cara kau memandang hidup ini. Mengapa harus mati yang menjadi pilihan terakhirmu? Apa kau pikir kau siap? Apa saja kebaikan yang sudah kau lakukan hingga kau merasa bisa melewati siksaan Tuhan?
Setiap detik dari Tuhan adalah anugerah. Kesempatan yang dia berikan agar kita melakukan sesuatu. Jika kau yang mendapat cobaan itu, karena Tuhan pikir hanya kau yang bisa mengatasinya. Tunjukkan kalau yang Dia pikir itu benar. Kau tidak pernah sendirian. Kau tidak sendirian, Kawan.
Pernahkah kalian berpikir, mungkin saja Tuhan memberi kita cobaan agar kita mendekat padanya. Pernah kau berpikir mungkin selama ini kau telah melupakannya hingga Dia merindukanmu. Kau diberi banyak kebahagiaan tapi tetap juga melupakannya. Hingga Tuhan berpikir mungkin seharusnya Dia memberimu cobaan agar kau kembali dekat padanya. Bukan karena Tuhan jahat. Justru, Dia sangat mencintaimu. Itulah mengapa Dia ingin dekat denganmu. Dan kematian bukan jalan yang disiapkan untukmu.
Hidup kita menyusuri jalan setapaknya masing-masing. Jika ada batu kecil yang menyandungmu, itu hal biasa. Jika batunya lebih besar lagi hingga membuatmu terjatuh. Kau boleh mengaduh atau pun menangis. Tapi, kau harus bangkit. Di jalan selanjutnya mungkin ada batu yang tak kalah besar, pindahkan batu itu. Jangan biarkan kau terjatuh, mengaduh, kemudian menangis.
Setiap kehidupan punya rahasianya sendiri. Singkap rahasia hidupmu. Pelajari semua yang dituliskan olehnya. Cintai hidupmu. Seperti Tuhan mencintaimu. Buktikan bahwa kau orang yang tepat untuk bahagia.
Orang yang ingin bunuh diri merasa tak ada lagi yang bisa menolongnya. Merasa masalah yang dia hadapi sudah tak bisa lagi diselesaikan. Dia merasa hidup sendirian, mungkin memang ada banyak orang dalam hidupnya. Tapi, entah mengapa dia merasa kesepian hingga merasa tak ada yang bisa membawanya keluar dari masalah atau bahkan hanya untuk mendengarkan apa yang sedang dirasakannya. Aku bersyukur sahabatku itu bicara padaku tentang keinginannya untuk mati. Aku memang tak bisa berbuat banyak. Tapi, setidaknya aku bisa memberinya pengertian dan meyakinkannya bahwa dia tak pernah sendirian.
Sesungguhnya kita memang tak pernah sendirian. Aribowo Suprajitno Adhi pernah berkata begini dalam bukunya Sangguru Menyapa Hati ‘Tuhan tidak menjanjikan hamparan bunga mawar dalam kehidupan ini, tetapi dia ada dalam setiap kesulitan dan penderitaan yang kita alami sehingga kita dapat bertahan dan melewatinya’. Ketika kau merasa sudah tak ada lagi yang sanggup mendengarmu, sesungguhnya masih ada yang selalu setia menunggu kau bicara padanya. Menunggumu mengadu padanya. Masih ada Tuhan, Kawan.
Semua orang punya masalah. Aku. Kau. Mereka. Kita. Semua punya masalahnya masing-masing. Semua hanya bergantung pada cara kau memandang hidup ini. Mengapa harus mati yang menjadi pilihan terakhirmu? Apa kau pikir kau siap? Apa saja kebaikan yang sudah kau lakukan hingga kau merasa bisa melewati siksaan Tuhan?
Setiap detik dari Tuhan adalah anugerah. Kesempatan yang dia berikan agar kita melakukan sesuatu. Jika kau yang mendapat cobaan itu, karena Tuhan pikir hanya kau yang bisa mengatasinya. Tunjukkan kalau yang Dia pikir itu benar. Kau tidak pernah sendirian. Kau tidak sendirian, Kawan.
Pernahkah kalian berpikir, mungkin saja Tuhan memberi kita cobaan agar kita mendekat padanya. Pernah kau berpikir mungkin selama ini kau telah melupakannya hingga Dia merindukanmu. Kau diberi banyak kebahagiaan tapi tetap juga melupakannya. Hingga Tuhan berpikir mungkin seharusnya Dia memberimu cobaan agar kau kembali dekat padanya. Bukan karena Tuhan jahat. Justru, Dia sangat mencintaimu. Itulah mengapa Dia ingin dekat denganmu. Dan kematian bukan jalan yang disiapkan untukmu.
Hidup kita menyusuri jalan setapaknya masing-masing. Jika ada batu kecil yang menyandungmu, itu hal biasa. Jika batunya lebih besar lagi hingga membuatmu terjatuh. Kau boleh mengaduh atau pun menangis. Tapi, kau harus bangkit. Di jalan selanjutnya mungkin ada batu yang tak kalah besar, pindahkan batu itu. Jangan biarkan kau terjatuh, mengaduh, kemudian menangis.
Setiap kehidupan punya rahasianya sendiri. Singkap rahasia hidupmu. Pelajari semua yang dituliskan olehnya. Cintai hidupmu. Seperti Tuhan mencintaimu. Buktikan bahwa kau orang yang tepat untuk bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)