Selasa, 03 Mei 2011

We’re Different To Be Complete

(Kita berbeda dan saling melengkapi)

Ada seorang teman cowok yang pernah bilang “Dasar anak cewek hobinya nangis doang. Cengeng banget sih. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis.” Sementara seorang teman cewek pernah menggerutu seperti ini “Dasar cowok gak punya perasaan. Gak peka banget sih. Sok tegar. Paling aslinya cowok itu lebih cengeng dari cewek. Huh, dasar nyebelin.”
Mungkin sebagian besar dari kita sering sekali mendengar perkataan-perkataan semacam itu. Cowok menilai cewek adalah makhluk lemah hanya karena kita para cewek sering menangis. Sementara, cewek terkadang sebel pada cowok yang mereka anggap sok tegar dan gak peka hanya karena cowok malu untuk menangis.
Ada beberapa pendapat dari para cewek tentang alasan para cowok untuk tidak menangis :
Pertama, mereka takut dianggap lemah. Padahal, kekuatan seseorang tidak dipengaruhi dengan sampai sejauh mana mereka mampu menahan airmata.
Kedua, cowok gengsi untuk menangis. Padahal menangis bukanlah hal yang memalukan.
Ketiga, karena cowok berpikir dengan lebih sederhana. Banyak hal dipikir sebagai hal yang biasa jadi mereka jarang menggunakan perasaan. Padahal, ada juga masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan perasaan. Ketika semua hal dipikir dengan logika, bisa saja tanpa sadar kita melukai perasaan oranglain.
Keempat, cowok memang dididik sejak kecil untuk tidak menangis. Sering sekali kita mendengar orangtua yang berkata seperti ini pada anak laki-lakinya yang masih kecil, “Jangan nangis. Kamu ini kan cowok. Masa anak cowok nangis, malu-maluin kan.” Tuh kan, mereka para cowok memang sudah didoktrin seperti itu sejak kecil.
Kelima, karena cowok lebih pintar mengalihkan kesedihan mereka dengan hal lain, jadi mereka tidak meredakan masalah dengan menangis.
Sementara, Para cowok juga punya pendapat kenapa para cewek terlalu gampang menangis,
Pertama, karena memang sudah kodratnya cewek itu lemah. Jadi, cewek dengan mudah bisa menangis.
Kedua, karena cewek terlalu dikendalikan sama perasaannya. Mereka cenderung tidak bisa bertindak dan hanya bisa mencurahkan perasaan dalam bentuk tangisan.
Ketiga, karena cewek adalah makhluk yang peka. Cewek sangat sensitif sehingga hal kecil saja bisa menyentuh perasaan mereka hingga membuat mereka menangis.
Keempat, karena cewek lebih jarang menggunakan akal pikirannya. Mudah sekali tersinggung untuk hal-hal yang gak penting.
Kelima, cewek menangis sebagai bentuk pemberontakan pada suatu keadaan yang tak tersampaikan. Tangisan diumpamakan sebagai bentuk pemberontakan karena cewek merasa tidak mampu mengubah keadaan.
Keenam, ini adalah pendapat yang akan membuat para cewek tersenyum dan mengangguk setuju, ada yang berpendapat seperti ini karena cewek itu makhluk yang lembut, jadi mereka gampang tersentuh dan menangis.
Tapi, tunggu dulu. Karena cowok jarang menangis, bukan berarti mereka boleh merasa lebih hebat dan tegar dibanding cewek yang lebih sering menangis. Belum ada penelitian yang membuktikan, ketegaran jiwa seseorang dapat diukur dari seberapa sering mereka mengeluarkan cairan bening bernama airmata. Justru, lebih mengerikan mereka yang sama sekali tidak bisa mengekspresikan emosi mereka. Tapi, bukan berarti sering menangis adalah hal yang baik. Kali ini, ada yang perlu kita pahami.
Cewek memang sangat mudah menangis. Saat menghadapi masalah, kita para cewek lebih sering menangis terlebih dulu ketika kita tidak tahu bagaimana harus mengatasi masalah tersebut. Tapi, yang harus dipahami adalah mengapa cewek harus menangis. Jawaban yang tepat bukan karena kami cengeng, kami lemah, atau kami tidak mengedepankan akal pikiran. Karena yang terjadi sebenarnya adalah cewek sedang mengumpulkan kekuatannya saat dia sedang menangis. Karena ketika kami menangis, sesungguhnya yang kami lakukan bukan hanya memberontak tapi kami sedang menata hati. Kami bukannya tidak mampu mengambil keputusan. Tapi, kita semua perlu membersihkan jiwa dari emosi sebelum mengambil keputusan yang tepat. Itulah yang kami, para cewek, lakukan.
Lantas, mengapa cowok tidak menangis. Cowok tidak menangis bukan karena mereka sok tegar. Bukan karena mereka tidak punya perasaan. Juga bukan hanya karena menjaga gengsi. Ada juga cowok yang sering menangis seorang diri atau hanya menangis didepan orang yang dia percaya atau dia sayang. Tapi, alasan sebenarnya mengapa cowok tidak mudah menangis, karena didalam diri mereka diberikan potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Mereka tidak boleh rapuh atau cengeng. Karena mereka lah yang diberi tugas besar untuk memimpin.
Untuk itulah Tuhan menciptakan dua jenis manusia. Laki-laki dan perempuan. Laki-laki diciptakan dengan kekuatan logika yang mendominasi. Ibaratnya laki-laki memiliki sembilan tk da satu perasaan. Sementara perempuan diciptakan dengan kekuataan perasaan yang lebih mendominasi. Ibaratnya perempun memiliki satu otak dan sembilan perasaan.
Oleh karena itu, Perempuan ada bukan untuk menjadi lawan laki-laki. Laki-laki ada bukan untuk jadi penguasa perempuan. Tapi, Tuhan menciptakan kita dari dua jenis yang berbeda untuk saling melindungi, menjaga, dan saling melengkapi.


Terimakasih

Harmoni Sebuah Kegagalan


Ada yang bilang kegagalan itu pahit. Sebagian dari mereka bilang kegagalan itu menyakitkan. Kebanyakan dari mereka bilang kegagalan itu mengerikan. Hanya sedikit dari kita yang paham, dan lantang berkata kegagalan adalah “kepingan anugerah”.
Ada yang menyambut kegagalan dengan tangisan. Sebagian dari mereka menyambutnya dengan wajah sedih. Kebanyakan dari mereka menyambut dengan kutukan pada diri sendiri. Hanya sedikit dari mereka yang menyambut kegagalan dengan senyuman rasa syukur.
Mereka yang sedikit itu bukannya tak mengerti arti kegagalan. Bukannya tak merasakan pahit, perih, dan sakitnya sebuah kegagalan. Mereka bukannya berpaling seakan tak mau tahu. Mereka yang sedikit itu lebih tahu rasa sakitnya, jauh terpuruk dalam kesedihan, dan lebih keras saat merintih. Dan semua rasa sakit itulah yang mengantarkan mereka menjadi pribadi yang dapat memaknai kegagalan.
Sungguh, teman. Aku tidak sedang mengada-ada. Kegagalan itu memang perih. Tapi, kita memerlukan kegagalan. Agar ada penghargaan atas keberhasilan. Anggaplah kegagalan yang pernah kau terima sebagai sebuah tamparan. Tamparan yang begitu keras. Tetap tegakkan wajahmu, teman. Terima tamparan itu. Rasakan sakitnya. Biarkan rasa sakitnya sampai pada otakmu.
Kegagalan itu harus ada. Agar kau tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kegagalan harus ada. Agar kau tahu beratnya perjuangan. Melelahkannya kerja keras. Kegagalan harus ada. Agar kau tahu manisnya kesuksesan. Indahnya keberhasilan. Agar selanjutnya hanya akan ada airmata kebahagiaan yang menantimu.
Siapa yang tidak pernah merasakan kegagalan? Siapa yang selalu bahagia seumur hidupnya? Siapa yang tak tahu menyesakkannya tangis kegagalan?
Semua orang pernah merasakan kegagalan. Tapi, hanya sedikit dari mereka yang bisa merasakan ‘Harmoni Sebuah Kegagalan’. Terima saja. Percayalah bahwa pepatah yang mengatakan ‘kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda’ itu benar. Kalimat itu benar. Benar, teman. Sejauh kau mau percaya. Tak ada yang salah dengan kegagalan. Resapi saja. Kita belajar dari sebuah kegagalan.
Karena hanya mereka yang bisa memaknai kegagalanlah yang akan menjadi pemenang dikemudian hari. Kita pernah jatuh. Maka, bangkit. Bangkit. Jangan terpuruk dalam kegagalanmu. Selama masih ada waktu maka kegagalan akan kita ubah jadi kesuksesan.
Percayalah, teman. Ini hanya masalah. Bagaimana kau mau mengerti.  Apa yang ingin kau dapatkan dari sebuah kegagalan. Sesungguhnya ketika kita bisa bersyukur dan memaknai kegagalan, pada saat itulah batu pertama kesuksesan besar kita dimulai.
Jangan menyerah, Teman. Jangan menangis. Jangan bersedih.
Kembalilah tersenyum. Hadapi semuanya. Jadikan dirimu pemenang. Hanya orang-orang yang berani menghadapi dan menerima kegagalan yang akan memenangkan dunia ini. Kitalah calon pemenang dimasa depan.  Ingat, Teman. Tetaplah menjadi pemenang dengan cara yang benar.
Ketika kau telah menjadi pribadi yang mengerti arti kegagalan. Ketika kau berubah menjadi pemenang dengan cara yang benar. Saat itu, kau akan mendengar siapa yang akan tetap menangis atau tertawa bahagia. Kau akan tahu siapa yang akan jadi pecundang atau ksatria.
Hari indah dimasa depan, hanya akan diisi oleh generasi yang pernah merasakan kegagalan, mengerti bagaimana pahitnya kegagalan, kemudian menghargainya, dan bangkit dari kegagalan.
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah kegagalan. Percayalah padaku. Tak apa ada kegagalan diawal. Tak apa terjatuh diawal. Agar kita bisa memahami kondisi, untuk selanjutnya menjadi pemenang.
Tetaplah berjuang. Agar kegagalan yang kau terima tak pernah sia-sia. Jangan jadikan semuanya sia-sia.
Untukmu, teman-teman tercinta. Semua teman yang pernah merasakan pahit, perih, dan sakitnya sebuah kegagalan. Ada pesan untuk kalian.

Terimalah kegagalan itu,
Rasakan,
Dan BANGKITLAH!!

Teruntuk Mereka Sang Pemenang